PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS

Perubahan Sistem Reproduksi merupakan perubahan alat-alat genital baik interna maupun eksterna kembali seperti semula seperti sebelum hamil disebut involusi. Bidan dapat membantu ibu untuk mengatasi dan memahami perubahan-perubahan seperti:

  1. Involusi uterus.
  2. Involusi tempat plasenta.
  3. Perubahan ligamen.
  4. Perubahan serviks.
  5. Lochia.
  6. Perubahan vulva, vagina dan perineum. (lebih…)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

       Kehamilan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis dan harus disadari oleh wanita yang akan melahirkan. Keadaan fisiologis setiap saat dapat berisiko terjadinya komplikasi baik pada ibu maupun janinnya. Penerimaan terhadap kehamilan ini perlu persiapan baik fisik, mental, dan materi dari seorang ibu, begitu pula dalam menghadapi persalinan karena persalinan sangat membutuhkan kesiapan dari seorang ibu. Persiapan fisik meliputi gizi yang seimbang, senam hamil, dan istirahat yang cukup. Persiapan mental meliputi menghindari stress, menghindari rasa was–was, serta persiapan mental suami. Persiapan materi meliputi memilih tempat melahirkan, perlengkapan ibu dan bayi, transportasi dan uang. Ibu sering melupakan pentingnya persiapan dalam menghadapi persalinan. Oleh karena itu, pada saat persalinan ibu menjadi tidak tahu apa yang harus dilakukan dan dapat berdampak buruk bagi ibu maupun bayinya. Hal ini dapat memicu semakin tingginya angka kematian ibu (Lestari, 2011; h. 1).

       Banyak ibu yang mengalami rasa cemas dan khawatir pada saat akan melahirkan bayi terutama bayi pertamanya. Rasa cemas dan khawatir tersebut ternyata banyak disebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan, baik dalam merawat kesehatannya selama masa kehamilan maupun merawat bayinya sendiri (Ratna, 2010; h. 1).

       Selama sembilan bulan masa kehamilan akan terjadi banyak perubahan, baik perubahan fisik maupun emosi. Bayi dalam kandungan akan semakin tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, hendaknya para ibu mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan dan informasi yang cukup selama sembilan bulan kehamilan ini sampai lahirnya si buah hati (Dwi Ratna, 2010; h. 1).

       Setiap wanita memiliki reaksi berbeda – beda dalam menghadapi persalinan. Respon ini sifatnya sangat individual dan tergantung pada kepribadian, kondisi emosional serta tingkat pemahaman pasien, keluarga serta pendidikan dan pengalaman sebelumnya (Yanti, 2010; h. 66).

       Wanita yang menjalani persalinan normal dengan pendidikan dan persiapan yang baik, perawatan preventif yang cermat, dukungan serta pendampingan oleh bidan yang kompeten cenderung memberikan pengalaman persalinan yang baik (Yanti, 2010; h. 66).

        Hasil dari studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara pada tanggal 17 – 19 Februari 2012 di BPS Hesti Utami didapatkan bahwa dari 10 ibu hamil trimester III didapatkan 7 orang ibu hamil trimester III menyatakan siap dalam menghadapi persalinan sedangkan 3 orang dari ibu hamil trimester III menyatakan tidak siap dalam menghadapi persalinan. Disebutkan juga bahwa jenis persiapan yang paling banyak dilakukan oleh ibu yaitu persiapan materi yang meliputi perlengkapan bayi dan ibu yang harus dibawa saat proses persalinan. Sedangkan, jenis persiapan yang paling sedikit dipersiapkan adalah persiapan mental.

       Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan dengan kesiapan dalam menghadapi persalinan di BPS ……..

Untuk informasi/Pemesanan KTI lengkap hubungi : 087715291409

IMG02307-20131130-10541. Kesiapan Persalinan

Kesiapan berasal dari kata “siap” mendapat awalan ke – dan akhiran -an. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia / KBBI (2002; h. 1059) kesiapan adalah suatu keadaan bersiap-siap untuk mempersiapkan sesuatu. Sedangkan kesiapan persalinan yaitu suatu keadaan bersiap- siap untuk mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi.

Menurut Leaderman (1984) yang dikutip oleh Fauziah dan Sutejo (2012; h. 31) menyatakan bahwa persiapan paling baik untuk melalui persalinan ialah kesadaran yang sehat tentang kewaspadaan terhadap nyeri dan risiko yang diimbangi dengan perasaan suka cita dan pengharapan akan hasil akhir yang menggembirakan.

Persiapan persalinan bertujuan untuk menyiapkan semua kebutuhan selama kehamilan maupun proses persalinan. Persiapan persalinan adalah segala sesuatu yang disiapkan dalam hal menyambut kelahiran anak oleh ibu hamil. Persiapan persalinan pada trimester III meliputi faktor resiko ibu dan janin, perubahan psikologi dan fisiologi, tanda-tanda bahaya dan bagaimana meresponnya, perasaan mengenai melahirkan dan perkembangan bayi, tanda-tanda saat hendak melahirkan, respon terhadap kelahiran, ukuran-ukuran kenyamanan situasi kelahiran cesar dan perawatan yang terpusat pada keluarga (Matterson, 2001). (lebih…)

KONSEP KELUARGA

A.    Konsep Keluarga
Konsep Keluarga

Menurut Friedman yang dikutip oleh Ali (2010) menguraikan alasan keluarga sebagai unit asuhan keperawatan, yaitu:

  1. Keluarga adalah unit utama dari masyarakat dan merupakan “lembaga” yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.
  2. Keluarga sebagai satuan kelompok individu di dalam keluarga dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah kesehatan dalam kelompoknya sendiri. Hampir setiap masalah kesehatan individu di dalam keluarga mulai dari awal sampai akhir akan dipengaruhi oleh keluarga. Keluarga mempunyai peran utama dalam memelihara kesehatan seluruh anggota keluarganya dan bukan individu itu sendiri yang mengusahakan tercapainya tingkat kesehatan yang diinginkan.
  3. Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh keluarga tersebut. Peran anggota keluarga akan mengalami perubahan apabila salah satu anggotanya menderita sakit.
  4. Dalam perawatan pasien sebagai individu, keluarga berperan sebagai pengambil keputusan.
  5. Keluarga merupakan perantara yang efektif dan efesien untuk berbagai usaha kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan terutama melalui peningkatan kesehatan keluarga.♥ (lebih…)

TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS

  1. Infeksi Nifas

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya makin meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan patologis atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman kedalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas adalah infeksi peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 39 oC tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.

(lebih…)

Profil Akbid Purworejo

AKADEMI KEBIDANAN BHAKTI PUTRA BANGSA PURWOREJO
Ijin Depkes RI HK.0305/1/4/03522/2008 ; dikti 189/d/0/2008
Jl. Lingkar Selatan Borokulon, Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah Telp. 0275) 3336745
e-mail : akbid_purworejo@yahoo.com  website:  http://akbid-purworejo.ac.id

PROFIL AKBID PURWOREJO

  PIMPINAN PERGURUAN TINGGI

Direktur       : Nurma Ika Zuliyanti, SST, M.Kes.

PD I             : Wahyu Febru Purnaningarti, S.SiT.

PD II           : Fetty Chandra Wulandari, S.SiT.

PD III          : Tri Puspa Kusumaningsih, S.SiT.

YAYASAN

Pembina : Drs. H. Ngatidjan Noer Susanto, M.A
Pembina : Sulastri, S.Kp, M.Kes.
Pengawas : Sandiyo, BA
Ketua : Susilo Surahman, M.Pd.
Sekretaris : Ali Sodiq, MA
Bendahara : Nur Hayati

(lebih…)